10 April 2012 - 02:10

Warga Syiah di Pakistan masih terus menjadi sasaran tembak kelompok teroris. Kali ini dalam serangan bersenjata 6 warga Syiah tewas seketika dan dua korban lainnya mengalami luka serius.

Menurut Kantor Berita ABNA, pengendara sepeda motor dengan bersenjata api menembakkan peluru tajam yang diarahkan kepada keramaian warga Syiah yang sedang melakukan aktivitasnya di sekitaran pasar kota Queeta Pakistan. Serangan tersebut menewaskan enam orang seketika dan dua orang lainnya terluka dan segera dilarikan ke rumah sakit untum mendapatkan pertolongan medis. Serangan yang terjadi senin (9/4) sekitar pukul 20.00 waktu setempat tersebut merenggut nyawa Qurban Ali, Muhammad Husain, Muhammad Dhiya, Nadir Ali, Sa'id Ahmad dan Syubair, sementara Yunus Ausad Ali dan Lulu Musa yang terluka dalam peristiwa tersebut masih sementara mendapatkan perawatan. Menurut laporan dari wartawan ABNA di Pakistan, sesaat setelah kejadian tersebut pihak kepolisian segara mengamankan lokasi kejadian, dan sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas penyerangan tersebut. Namun warga yang menjadi saksi atas kejadian tersebut berkeyakinan kelompok teroris Sepah Sahabeh berada di balik penyerangan tersebut dengan melihat modus operandi yang mereka biasa lakukan. Warga Queeta memenuhi areal Rumah Sakit dan menuntut kepolisian segera menyelidiki kasus tersebut dan menangkap pelakunya. Wartawan ABNA juga melaporkan pernyataan saksi mata yang menyebutkan pelaku penembakan sempat meneriakkan, "Syiah Kafir" sebelum menembaki warga yang sedang berkumpul dengan senjata api. Allamah Naqawi: Pakistan Berubah Menjadi Negara Pembunuh Sayyid Fadhl Abbas Naqawi dalam pernyataannya menyebutkan diamnya pihak kepolisian dan pemerintah Pakistan dalam menyikapi aksi teror yang selama ini terjadi di Pakistan, justru menjadi pemicu semakin merebaknya aksi-aksi teror terhadap warga Syiah. Beliau menuntut pihak kepolisian agar menjalankan tugasnya menjamin keselamatan dan keamanan warganya. "Kami (Syiah) tidak bermasalah dengan saudara-saudara kami Ahlus Sunnah, kami di Pakistan hidup berdampingan secara damai, namun pihak ketiga berusaha memperkeruh suasana dan menciptakan konflik dengan melakukan aksi-aksi teror yang telah menelan banyak korban jiwa." Ujarnya.